Seputar Apheresis

Apheresis merupakan metode pengambilan satu atau lebih komponen darah dengan mengolah whole blood melalui sebuah mesin diikuti dengan pengembalian komponen darah residual kepada donor atau pasien selama atau setelah prosesnya untuk kestabilan status hemodinamik. Apheresis mulai dikembangkan sejak akhir abad ke 18 oleh de Laval dan terus disempurnakan hingga sekarang ini.

Apheresis pada dilakukan dengan cara manual melalui pemasangan selang pada pusar dimana peritoneum akan bertindak sebagai membran filter selektif . Metode lain yang lebih umum dipakai adalah dengan menggunakan mesin otomatis yang dapat memisahkan darah menjadi komponen-komponennya. Mesin ini bekerja dengan prinsip filtrasi membran, sentrifugasi atau kombinasi keduanya. Pada sentrifugasi, darah diputar dengan kecepatan tertentu sehingga komponen darah akan terpisah berdasarkan kepadatan/ gravitasi spesifiknya. Sentrifugasi dapat dilakukan beberapa kali dengan kecepatan berbeda tergantung dari target komponen yang ingin diperoleh.

Pada filtrasi membran, komponen darah akan terpisah berdasarkan keberadaan sel yang memiliki ukuran dan berat molekul yang berbeda. Darah dipompakan kedalam serat berongga yang memiliki pori-pori yang ukurannya bervariasi. Selama prosedur apheresis ini, darah ditambahkan antikoagulan dan akan diberikan cairan pengganti dan penghangatan sebelum dikembalikan kedalam tubuh. Berdasarkan komponen yang diambil, apheresis dapat dikelompokkan menjadi:

  • Plasmapheresis
  • Cytapheresis: – Platelet apheresis – Stem cell (HPC) apheresis

                                  – Lymphocyte apheresis          – Monocyte apheresis

                                  – Granulocyte apheresis          – Erytrocyte apheresis

  • Multicomponent apheresis
  • Pengambilan selektif komponen plasma (LDL-pheresis)

Prosedur apheresis dapat dikerjakan pada donor maupun pasien tergantung dari tujuan yang ingin dicapai. Pada apheresis donor tujuannya adalah pengumpulan komponen darah tertentu. Apheresis pada pasien lebih dikenal dengan apheresis terapetik yang bertujuan untuk mengambil komponen darah, mengurangi komponen darah, penukaran komponen darah. Apheresis terapetik memiliki pertimbangan yang harus dipenuhi semisal kondisi klinis pasien, indikasi klinis(dinilai dari kriteria Mc.Leod, panduan ASFA 2010) dan penentuan akses pembuluh darah yang digunakan.

Setiap prosedur apheresis yang dikerjakan memiliki kekurangan, kelebihan, faktor pertimbangan dan indikasi spesifik. Sebagai prosedur klinis, sudah pasti ada risiko yang dapat terjadi karena apheresis. Berikut adalah komplikasi dari apheresis yang dilaporkan:

  • Keracunan Sitrat
  • Komplikasi akses pembuluh darah (hematom, sepsis, phlebitis, neuropati)
  • Reaksi vasovagal
  • Penurunan volume darah
  • Reaksi Alergi : Gatal & Urtikaria
  • Hemolisis
  • Penurunan faktor pembekuan darah
  • Gangguan pernafasan dan sirkulasi
  • Infeksi yang diperantarai transfusi