UJI SILANG DALAM TRANSFUSI DARAH

Prosedur transfusi darah yang aman merupakan standar yang harus dipenuhi demi menunjang keselamatan pasien. Salah satu prosedur penting sebelum memasukkan darah donor ke dalam tubuh resipien adalah uji silang serasi. Prosedur ini bertujuan untuk meminimalkan terjadinya reaksi pasca transfusi yang diperantarai kekebalan karena ketidakcocokan darah. Reaksi hemolisis pasca transfusi terjadi ketika sistem kekebalan resipien mendeteksi antigen sel darah merah donor sehingga terjadi kerusakan sel darah merah diikuti gejala klinis berupa demam, hipotensi, gagal nafas dan gagal ginjal akut.

Uji silang serasi merupakan langkah akhir prosedur rutin yang dilakukan dengan mencampurkan darah pasien dengan darah donor untuk menemukan ada tidaknya reaksi penggumpalan. Reaksi penggumpalan menunjukkan adanya ketidakcocokan darah dan prosedur ini dikenal sebagai reaksi mayor. Uji silang serasi juga merupakan cara untuk mendeteksi antibodi signifikan yang lolos dalam tahapan skrining antibodi.

Uji silang serasi dapat dikerjakan dengan 2 metode yaitu serologis dan computerized. Uji silang berbasis komputer tidak dikerjakan dengan mencampurkan sel darah donor dengan plasma resipien namun hanya verifikasi komputer terhadap kecocokan ABO/Rh. Uji serologis dilakukan dengan “immediate spin phase” yaitu sentrifugasi darah sel darah merah donor dalam 2-5% normal salin dan plasma darah resipien pada suhu ruang untuk menemukan reaksi hemolisis atau penggumpalan. Darah donor yang tidak cocok sangat jarang dijumpai karena unit darah donor telah melalui proses skrining antibodi. Ketika golongan darah dan skrining antibodi dikombinasikan dengan  “immediate spin phase”, prosedur ini dinamakan uji silang serasi singkat dan sangat efektif dalam mencegah ketidakcocokan transfusi.

Uji silang serasi singkat sangat mengurangi biaya dan waktu ketersediaan darah. Jika hasil uji ini positif, maka diperlukan uji tambahan untuk memastikan antibodi yang terlibat. Darah donor dianggap tidak cocok dan harus diuji silang untuk antiglobulin. Uji antiglobulin dapat dikerjakan dengan tabung, sistem fase padat atau kolom aglutinasi. Hasil positif pada uji silang antiglobulin menandakan:

Adanya aloantibodi terhadap antigen spesifik eritrosit pada unit donor yang belum terdeteksi.

Adanya antibodi anti-A dan anti-B yang diperoleh secara pasif

Adanya otoantibodi reaktif dingin atau hangat

Adanya antibodi terhadap bahan pada media enhancement

Hasil positif uji antiglobulin langsung dari eritrosit donor

Uji silang serasi juga merupakan prosedur klinis yang memiliki keterbatasan.  Uji ini tidak dapat mencegah reaksi hemolisis transfusi fase lambat jika darah yang cocok ternyata mengandung antibodi pada titer yang tidak terdeteksi. Uji ini juga tidak dapat mendeteksi ketidakcocokan minor dan Rh. Uji silang juga diperlukan ketika pasien akan melakukan transplantasi organ, namun pengujian yang dilakukan berbeda dengan penjelasan diatas.